Blogger news

Author

Foto Saya
danang tri febrianto
Lihat profil lengkapku

Pengikut

Pages

perternakan ulat sutra

0 komentar

Budidaya Ulat Sutera di Kenda

Pohon Murbei sebagai pakan utama ulat sutera

Ulat Sutera, Harapan Baru Bagi Lahan Kering
Desa Sumur, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal mungkin mempunyai lahan yang sulit ditanami tanaman produktif bernilai ekonomi tinggi, seperti padi atau palawija. Namun, warga desa menemukan alternatif tanaman yang dapat tumbuh dengan baik, yakni pohon murbei (Morus alba L), dan lebih lanjut, mengembangkan budidaya ulat sutera.
“Kondisi lahan di desa kami tidak terjangkau saluran irigasi, jadi sulit untuk menanam tanaman produktif. Ini adalah salah satu alasan perekonomian warga desa kami sulit berkembang. Belakangan kami menemukan bahwa pohon murbei bisa menjadi alternatif tanaman yang dapat dikembangkan dengan kondisi lahan seperti ini,” ujar Ngadri (50 tahun) warga Desa Sumur.
Menurut Ngadri, ulat sutera memang tidak dapat dipisahkan dari pohon murbei. Pria yang sudah menekuni budidaya ulat sutera selama lima tahun terakhir ini mengaku, kebutuhan hidup keluarganya tercukupi berkat usaha memintal benang ulat sutera.
Semua berawal dari rasa frustrasi Ngadri terhadap kondisi lahan yang kering dan sulit ditanami sesuatu yang bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Untuk itu, ia memutuskan merantau. Ia berkelana ke Tasikmalaya, Jawa Barat. Di sini, ia mulai menekuni budidaya ulat sutera.
Bermodalkan informasi yang didapat dari rekannya di Tasikmalaya tentang bagaimana memulai usaha budidaya ulat sutera, ia pun mengajukan proposal sederhana ke Departemen Kehutanan Kendal. Singkat cerita, gayung bersambut. Proposal yang diajukannya mendapat respon positif dari departemen kehutanan, dengan memberikan bantuan modal berupa bibit pohon murbei dan media/kotak pembesaran ulat.
Kepompong ulat sutera sebagai bahan baku benang sutera
“Yang terpenting, mengawali budidaya ulat sutera adalah menjamin ketersedian pakan pohon murbei yang cukup. Pohon murbei harus disiapkan (ditanam) empat bulan sebelum memulai budidaya ulat sutera,” urai Ngadri.
Menurutnya, budidaya ulat sutera sangat prospektif, karena pangsa pasarnya masih terbuka luas. Apalagi, modal awal juga tidak terlalu besar, sehingga budidaya ulat sutera ini dapat sebagai solusi alternatif bagi wilayah-wilayah yang memiliki lahan kering atau lahan yang mengandalkan tadah hujan sebagai pengairannya.
Pohon murbei, sebagai pakan ulat sutera, tidak memerlukan pengairan yang cukup banyak. Hanya saja, pada awal tanam untuk derah lahan kering, sebaiknya dimulai pada musim penghujan. Setelah tumbuh baik, selanjutnya hanya tinggal pemeliharaan, tanpa menguatirkan pengairannya.
Perlu diketahui, modal awal berupa pohon murbei sekitar 7.000 batang adalah untuk sekali tanam (per kotak benih/telur ulat sutera) dan terus berlanjut hingga seterusnya. Begitu juga dengan media/kotak pembesarannya, cukup dibuat sekali, untuk seterusnya. Kemudian, harga satu kotak benih/telur urat berisi 25.000 butir telur, dapat dibeli seharga Rp 50.000. Dari satu kotak itu, kepompong yang bisa dihasilkan adalah seberat 40 – 50 kilogram. Kisaran harga kepompong sendiri adalah Rp 30.000 – Rp 35.000 per kilogram kepompong. Siklus ulat sutera mulai dari menetas telur hingga menjadi kepompong adalah 25 hari. Dan, berapapun jumlah kepompong yang dihasilkan, pasar selalu siap menerimanya.
Melihat hasil yang cukup memuaskan, dengan tingkat resiko yang sangat kecil, sudah sepantasnya budidaya ulat sutera ini menjadi alternatif solusi yang harus didukung semua pihak guna meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, di tengah kondisi makin melambungnya harga-harga kebutuhan pokok.
Benang  hasil pemintalan kepompong ulat sutera
Sebagai langkah awal, melalui pelaksanaan bazaar PJM Pronangkis tingkat Kabupaten Kendal yang diselenggarakan pada 5 Mei 2008 lalu, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Desa Sumur mengangkat “ulat sutera”  sebagai salah satu program yang ditawarkan untuk dapat dimitrakan dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah (dinas-dinas) maupun swasta. Usaha ini mendapat tanggapan yang baik dari Pemerintah Kabupaten Kendal, dengan mendukung semua upaya untuk dapat mengembangkan budidaya ulat sutera.
Kini, ada 31 warga Desa Sumur yang mengikuti jejak Ngadri dalam menggeluti budidaya ulat sutera. Hal ini menjadi embrio yang baik bagi terbentuknya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk dapat mengembangkan ulat sutera, yang tidak hanya sebatas membudidayakan, melainkan juga mengolahnya menjadi benang.
“Harapan saya lebih lanjut adalah (Desa) Sumur dapat menjadi sentra budidaya ulat sutera  yang dapat dikenal masyarakat luas,” tegas Ngadri.

perternakan arwana

0 komentar

Budidaya Ikan Arwana 2

1. Pemeliharaan Induk
Induk dipelihara dalam kolam berukuran 5 x 5 m dengan kedalaman air 0,5-0,75 m. Kolam ditutup plastik setinggi 0,75 m untuk mencegah lompatan ikan.
Ruangan pemijahan dibangun di pojok perkolaman dan ditambah dengan beberapa kayu gelondongan untuk memberikan kesan alami. Batu dan kerikil dihindari karena dapat melukai ikan atau dapat tercampur pakan secara tidak sengaja.
Kolam pembesaran dibangun di area tenang dan ditutup sebagian, dan dijauhkan dari sinar matahari langsung. Induk dipelihara dalam kolam pembesaran hingga mencapai matang gonad.
Pengelolaan Kualitas Air
Kualitas air dijaga agar mendekati lingkungan alami arwana yaitu pH 6,8-7,5 dan suhu 27-29 C. Penggantian air dilakukan sebanyak 30-34% dari total volume dengan air deklorinisasi.
Pemberian Pakan Arwana
Keseimbangan gizi sangat penting bagi kematangan gonad dan pemijahan. Induk diberikan pakan bervariasi yang mengandung kadar protein tinggi. Pakan diberikan setiap hari dalam bentuk ikan/udang hidup atau runcah,
dan ditambah pelet dengan kadar protein 32 %. Jumlah pemberian pakan per hari adalah 2 % dari bobot total tubuh.
Kematangan gonad
Matang gonad terjadi pada umur 4 tahun dengan panjang tubuh 45-60cm.
Pemijahan terjadi sepanjang tahun, dan mencapai puncakarnya antara bulan Juli dan Desember. Induk jantan di alam akan menjaga telur yang sudah dibuahi dalam mulutnya hingga 2 bulan ketika larva mulai dapat berenang.
Arwana betina mempunyai ovarium tunggal yang mengandung 20-30 ova besar dengan diameter rata-rata 1,9 cm dengan kematangan berbeda-beda. Induk jantan dewasa juga mempunyai sebuah organ vital menyerupai testis.
Pembedaan Kelamin
Juvenil sulit dibedakan jenis kelaminnya. Perbedaan akan muncul setelah ikan berukur 3-4 tahun.
Pembedaan jenis kelamin diketahui melalui bentuk tubuh dan lebar mulut. Arwana jantan mempunyai tubuh lebih langsing dan sempit, mulut lebih besar dan warna lebih mencolok daripada betina. Mulut yang melebar dengan rongga besar digunakan untuk tujuan inkubasi telur. Perbedaan lain adalah ukuran kepala jantan relatif lebih besar, sifat lebih agresif termasuk dalam perebutan makanan.
Kebiasaan Pemijahan
Tingkah laku arwana sangat unik selama masa pengenalan lain jenis. Masa ini berlangsung selama beberapa minggu atau bulan sebelum mereka mulai menjadi pasangan. Hal ini dapat diamati pada waktu malam, ketika ikan berenang mendekati permukaan air. Arwana jantan mengejar betina sekeliling kolam, terkadang pasangan membentuk lingkaran (hidung menghadap ke ekor pasangan).
Sekitar 1-2 minggu sebelum pemijahan, ikan berenang bersisian dengan tubuh seling menempel. Terjadilah pelepasan sejumlah telur berwarna jingga kemerahan, Jantan membuahi telur dan kemudian mengumpulkan telurdi mulitnya untuk diinkubasi sampai larva dapat berenang dan bertahan sendiri. Diameter telur 8-10 mm dan kaya akan kuning telur dan menetas sekitar seminggu setelah pembuahan. Setelah penetasan, larva muda hidup dalam mulut jantan hingga 7-8 minggu sampai kuning telur diserap total. Larva lepas  dari mulut dan menjadi mandiri setelah ukuran tubuh 45-50 mm.
2. Panen Larva
Inkubasi telur secara normal adalah membutuhkan 8 minggu. Untuk memperpendek waktu, telur yang sudah dibuahi dapat dikeluarkan dari mulut pejantan 1 bulan setelah pemijahan. Induk jantan ditangkap dengan sangat hati-hati dengan jaring halus lalu diselimuti dengan handuk katun yang basah untuk menghindari ikan memberontak dan terluka.
Untuk melepaskan larva dari mulut induk jantan, tarik perlahan bagian bawah mulut dan tubuh ditekan ringan. Larva dikumpulkan dalam wadah plastik dan diinkubasikan dalam akuarium. Jumlah larva yang dapat mencapai 25-30 ekor.
Teknik Pembenihan
Setelah dikeluarkan dari mulut pejantan, larva diinkubasikan dalam akuarium berukuran 45x45x90 cm. Temperatur air 27-29 °C menggunakan pemanas thermostat. Oksigen terlarut 5 ppm (mg/ I) menggunakan aerator bukaan kecil.
Untuk mencegah infeksi akibat penanganan larva, dalam air dilarutkan Acriflavine 2 ppm. Menggunakan teknik pembenihan in vitro ini, Survival Rate (SR) yang didapat sampai tahap ikan dapat berenang adalah 90-100 %.
Selama periode inkubasi, larva tidak perlu diberikan pakan. Beberapa minggu pertama selama kuning telur belum habis, biasanya larva hampir selalu berada pada dasar akuarium. Larva mulai berenang ke atas bertahap ketika ukuran kuning telur mengecil. Pada minggu ke delapan, kuning telur hampir terserap habis sehingga larva mulai berenang ke arah horizontal. Pada tahap ini, pakan hidup pertama harus mulai diberikan untuk mencegah larva saling Ketika ukuran larva mencapai 8,5 cm atau berumur 7 minggu, kuning telur terserap secara penuh dan larva dapat berenang bebas.
Pemeliharaan Larva
Tambahan pakan hidup yang dapat diberikan seperti cacing darah atau anak ikan yang ukurannya sesuai bukaan mulut arwana.
Larva yang telah mencapai panjang 10-12 cm dapat diberikan pakan seperti udang air tawar kecil atau runcah untuk mengimbangi kecepatan tumbuhnya.
Teknik Transportasi
Arwana bila gelisah gampang sekali melakukan “jumping” atau menabrak-nabrak. Bila satu saja sisiknya terlepas akan terlihat kurang indah. Juga bisa mengakibatkan sirip robek dan patah.
Tubuh yang rusak bisa mengalami regenerasi, namun mungkin pula menjadi cacatdan mengurangi keindahan penampilan, apalagi ada hal-hal yg bisa memperparah luka-lukanya (misalnya infeksi, pertumbuhan bekas luka yg lambat/delay). Untuk itu arwana perlu dilumpuhkan agar tidak dapat berontak dalam proses pemindahan antar akuarium maupun transportasi jarak jauh. Dosis pembiusan diatur sedemikian rupa bergantung keperluan. Untuk transportasi jarak jauh, arwana dilumpuhkan gara tidak dapat berontak namun tidak sampai terbalik dan masih bisa berenang. Pemindahan antar arwana akuarium menggunakan dosis ringan, yang penting arwana tidak dapat berontak.
Persiapan Pre-anestesi :

  • Puasakan arwana selama 1-2 hari.

  • Lama puasa bergantung ukuran tubuh, jenis dan kebiasaan arwana buang kotoran (lancar atau tidak). Semakin besar ukuran arwana maka semakin lama waktu puasa, untuk menghindari arwana muntah atau mengeluarkan kotoran.Untuk arwana berukuran kecil (

  • Siapkan air tampungan yang sudah teraerasi minimal 24 jam.

  • Kondisi arwana tidak mengalami gangguan pernapasan, tidak ditemukan kelainan pada tutup insang.

  • Alat dan bahan :
    • Plastik dengan lebar sepanjang badan arwana.
    • Wadah bak untuk tempat kantong plastik yang berisi arwana
    • Air segar, air yang telah diaerasi yg mencukupi minimal 24 jam. Hindari bahan-bahan kimia lain yang terlarut.
    • Bahan : Aquadine” cair
    Prosedur Pelaksanaan :
  • Tangkap arwana dalam akuarium dengan tenang kantong plastik.

  • Masukkan cairan bius dalam plastik kira-kira 1 cc/lt.

  • Bila sudah terlihat tidak bisa melompat, angkat kantong plastik.

  • Perhatikan apakah perlu ditambahkan lagi cairan bius untuk
    menurunkan kesadaran sampai arwana menjadi terbalik, tunggu reaksi bius beberapa menit.

  • Jaga arwana selalu tenggelam dalam air, untuk menghindari kembung.

  • Bila sudah tidak berontak, perhatikan gerakan tutup insang harus terlihat bergerak. (Dalam waktu kurang dari 5 menit, arwana mulai gelisah dan kehilangan keseimbangan dan tidak banyak bergerak. Karena bagian tubuhnya yg berat ada di bagian atas, maka arwana mulai terbalik. Badannya mulai kaku/ kejang. Perhatikan gerakannya, terutama gerakan insang yg menunjukkan masih adanya usaha untuk bernapas.

  • Untuk keperluan foto dan pengukuran, angkat ke tempat yang telah dipersiapkan dan lakukan secepat mungkin, bila terlalu lama di luar air bisa kembung.

  • Paska Pembiusan :
    • Masukkan kembali ke dalam akuarium dengan air yang tidak mengandung  bahan kimia lain. Jaga di bawah kucuran air, dalam air dekat permukaan.
    • Arwana mulai siuman, jaga jangan sampai terbentur benda-benda di sekelilingnya.
    Efek samping :
    • Obat bius tanpa pengenceran yang mengenai sisik arwana menyebabkan iritasi selaput lendir dan menimbulkan alergi pada beberapa orang.
    • Bila arwana kembung, bisa disiapkan larutan daun ketapang kering yang tua dituangkan dalam akuarium, suhu dinaikkan level air direndahkan. Arwana yang kembung dicirikan tidak dapat menyelam ke dasardan berenang nungging.
    • Bila pembiusan terlalu dalam biasanya gerakan tubuh mulai jarang, gerakan insang juga demikian. Pembiusan lebih dalam lagi akan mengurangi kekejangan otot, saat tersebut insang juga tidak ada gerakan, ikan berada pada posisi mengambang. Untuk mengatasinya tambahkan air segar untuk mengencerkan dosis obat bius atau di ceburkan ke tank bersih dibawah kucuran air.

    perternakan tokek

    0 komentar

    ternak tokek

    Hampir semua orang di tiap daerah di negeri ini, pasti tahu harga tokek (gecko) sedang heboh. Tak hanya dihargai jutaan rupiah, tokek kini telah menjadi barang mahal. Dengan ukuran 4 ons up, tokek dahan, rumah, atau hutan, dihargai Rp 500 juta lebih.
    Memang, soal harga ini belum transparan benar. Ada yang percaya, ada pula yang tidak. Yang jelas, saya pribadi sangat percaya tokek dihargai sangat mahal. Buktinya, tokek yang saya tawarkan selama beberapa hari, pada bulan lalu, ternyata laku Rp1,3 miliar. Tokek batu seberat 2,15 kilogram itu dibeli orang Samarinda, dan dibayar cash.
    Tentu saja, kabar mahalnya harga tokek ini membuat orang berlomba-lomba memburu simbahnya cicak ini. Ada yang beruru ke hutan, ke pelosok perdesaan, hingga menelantarkan kerjaan utama hanya untukberburu tokek ini. Tapi, ternyata tokek dengan berat 3 ons up sangat sulit didapat.
    Nah, berhubung gecko ukuran 3 ons up sangat sulit, sementara uang ratusan juta menanti di depan mata, mereka pun berlomba-lomba beternak tokek. Harapannya, tokek peliharaan mereka bisa mencapai berat ideal. (halah, kayak berat badan artis aja).
    Tak ada salahnya sih ternak tokek, tapi kalau tak tahu caranya, bisa-bisa Anda sendiri yang stress. Nah lho. Seperti yang pernah saya dan teman saya alami, karena penasaran dengan tokek peliharaan, tiap hari diliatin terus. Akibatnya, si tokek malah stress, ndak mau makan, dan akhirnya jadi kurus kering. hehe..
    Berikut adalah tips beternak tokek. Tulisan ini saya ambil dari sebuah situs di internet milik seorang pebisnis tokek profesional. Semoga bermanfaat buat Anda:
    Tokek sekarang sudah mejadi fenomena. Nilai jualnya yang sangat tinggi membuat banyak orang yang beralih profesi menjadi peternak tokek. Tokek selain digunakan untuk pengobatan, dapat juga digunakan sebagai hewan peliharaan atau binatang hias yang cukup jinak terutama untuk jenis Leopard.
    Beternak tokek merupakan hal yang gampang-gampang susah dilakukan. Kurangnya informasi yang tersedia mengenai cara beternak tokek membuat masyarakatmasih kurang berminat untuk beternak tokek. masyarakat lebih memilih menangkapnya dari alam liar.
    Berikut adalah tips beternak tokek yang baik:
    1. Kandang
    Kandang tokek dapat menggunakan aquarium yang agak luas dengan ukuran 20-30 gallon. Pada bagian atas kandang dapat ditutup menggunakan jala dengan ukuran mesh yang kecil. Tokek tidak bisa meloncat dan tidak mempunyai toe pads untuk memanjat kaca kandang. Atau bisa membuat sendiri kandang tokek dari bahan tripleks atau papan lunak. Tokek betina dapat dikandangkan secara bersama (asalkan ukuran relatif sama), tetapi untuk jantan dewasa sebaiknya dikandangkan pisah karena dapat saling berkompetisi dan saling membunuh.
    Sedangkan 1 ekor jantan bisa dikandangkan bersama dengan beberapa ekor betina(setelah sama-sama bertbobot kurang lebih 45 gram). Untuk tokek yang dikandangkan bersama maka ukuran tokek harus selalu diperhatikan karena kemungkinan satu tokek mempunyai ukuran yang lebih besar/pertumbuhan badan lebih cepat daripada tokek yang lain, oleh karena itu untuk tokek yang uk lebih besar harus dipisahkan segera supaya pertumbuhan badan menjadi merata dan tidak terjadi kompetisi makanan yang tidak seimbang. Untuk tokek betina yang masih ukuran kecil tidak boleh reproduksi dlu karena akan berdampak buruk pada kesehatan tokek tersebut.

    perternakan tikus putih

    0 komentar
    Tikus putih adalah binatang asli Asia, India, dan Eropa Barat, termasuk dalam keluarga rodentia, sehingga masih termasuk kerabat dengan hamster, gerbil, tupai, dan mahluk pengerat lainnya. Tikus (mus musculus) merupakan makanan yang paling digemari oleh reptilia karena kandungan gizinya lebih banyak dari pada katak. Makanan tikus putih adalah biji-bijian, akar berdaging, daun, batang dan serangga. Tikus putih sering digunakan sebagai sarana penelitian biomedis, pengujian dan pendidikan. Kaitannya dengan biomedis, tikus putih digunakan sebagai model penyakit manusia dalam hal genetika. Hal tersebut karena kelengkapan organ, kebutuhan nutrisi, metabolisme, dan bio-kimia-nya cukup dekat dengan manusia. Tikus putih yang dimaksud adalah seekor tikus dengan seluruh tubuh dari ujung kepala sampai ekor serba putih, sedangkan matanya berwarna merah jambu. Selain tikus putih, jenis tikus yang sering digunakan untuk penelitian tikus putih besar (rattus norvegicus). Dilihat dari struktur anatomisnya, tikus putih memiliki lima pasang kelenjar susu. Distribusi jaringan mammae menyebar, membentang dari garis tengah ventral atas panggul, dada dan leher. paru-paru kiri terdiri dari satu lobus, sedangkan paru kanan terdiri dari empat lobus.
    Ternyata tikus putih alias mencit ini tidak hanya untuk pakan reptil saja. Tikus yang untuk pakan reptil adalah tikus putih biasa atau tikus afkiran. Tikus putih juga biasa digunakan untuk penelitian. Banyak mahasiswa STIKES atau mahasiswa Kedokteran dan Farmasi yang memanfaatkan tikus putih sebagai objek penelitian.
    Harga tikus putih untuk penelitian tentu saja jauh lebih tinggi daripada tikus untuk pakan. Karena tikus-tikus untuk penelitian biasanya memerlukan persyaratan khusus. Misalnya: keseragaman galur, umur, dan bobot tubuh. Cara pemeliharaannya pun juga sedikit berbeda, lebih diperhatikan masalah kebersihan dan pakannya.
    Permintaan tikus putih untuk penelitian ada spesifikasinya. Jenis tikus yang biasa untuk penelitian selain mencit (Mus musculus) adalah tikus putih besar (Rat) dari spesies Rattus norvegicus. Tetapi sekali lagi bukan
    sembarang Rattus norvegicus yang diminta untuk penelitian. Galur/strain Rattus norvegicus yang biasa diminta untuk penelitian dari galur Wistar dan Sprague Dawley (SD). Umunnya penelitian mahasiswa di Indonesia menggunakan galur Wistar. 
    Sekarang ini, usaha untuk mengembangbiakkan tikus putih sudah mulai marah. Hal ini dikarenakan fungsi tikus putih yang beraneka ragam, serta harganya yang semakin mahal. Usaha untuk mengembangbiakkan tikus putih bisa melalui perusahaan besar yang bertugas mensuplai kebutuhan laboratorium sebuah institusi pendidikan, serta dari usaha perorangan yang melihat bisnis budidaya tikus putih adalah sebuah bisnis yang menjanjikan. Langkah pertama dalam budidaya tikus putih adalah menyiapkan indukan. Indukan yang baik dan sehat, kemungkinan besar akan menghasilkan keturunan yang baik dan sehat. Untuk membudidayakan tikus putih tidak perlu menggunakan tempat khusus. Tikus putih hanya perlu ditempatkan di bak-bak plastik sederhana, dengan tetap memperhatikan sirkulasi udaranya. Tidak ada makanan khusus yang harus disediakan untuk budidaya tikus putih. Tetapi ada sebuah pengalaman dari seorang pakar yang telah berhasil membudidayakan tikus putih selama bertahun-tahun bahwa : taoge merupakan makanan yang bisa dikonsumsi oleh tikus putih untuk memperbanyak anakan tikus. Indukan yang diberi makanan taoge biasanya akan menghasilkan anakan yang sangat banyak. Rata-rata periode kehamilan tikus putih adalah duapuluh hari. Pada masa itu, tikus putih yang sedang hamil harus dipisahkan dari tikus yang lain. Tujuannya adalah menghindari terjadinya stress pada tikus yang sedang hamil. Setelah beberapa hari, indukan tikus akan segera melahirkan anaknya yang berwarna merah. Untuk tikus muda, sekali melahirkan bisa menghasilkan empat ekor anakan, dan untuk tikus dewasa bisa menghasilkan sepuluh ekor anakan. Pada masa-masa itu, seorang peternak tikus putih harus selalu memperhatikan makanan bagi indukan tikus supaya gizinya terpenuhi. Bisa dibayangkan jika seekor tikus untuk sekali melahirkan mampu menghasilkan empat sampai dengan sepuluh ekor anakan, serta hanya memerlukan waktu duapuluh hari untuk masa kehamilannya, usaha budidaya tikus putih akan berkembang dengan sangat cepat. Dan dengan pertimbangan kebutuhan tikus putih yang semakin lama semakin meningkat, menjadikan peternak tikus putih semakin antusias untuk mengembangkan usahanya.

    perternakan hamster

    0 komentar

    Mengenai cara ternak hamster.?

    Saya ingin sekali beternak hamster.
    Saya memiliki beberapa pertanyaan:

    1.apakah akuarium yg berukuran sedikit besar dapat digunakan sebagai kandangnya?
    Lalu sebagai alasnya menggunakan apa agar dapat menyerap sekaligus mengurangi bau air kencing hamster?

    2.dan untuk pakan hamster kira2 saya harus memberi apa?apakah biji-bijian yang dikemas dalam bentuk kotak untuk hamster itu atau memberi makan sayuran?

    3.lalu apakah perlu mainan didalam kandang hamster?

    4.bagaimana cara mengkawinkan 2 hamster?dan bagaimana langkah2 nya?

    5.untuk awal2 saya ingin ternak 2-4 hamster sebagai percobaan dahulu,kira2 tipe hamster apa yang murah dan dapat diternak dengan mudah untuk pemula?
    Budget saya hanya 200rb.maklum karena saya hanya pelajar kelas 2 SMA yang ingin mencoba ternak hamster.

    Dan kira2 di daerah tangerang dimana saya bisa membeli hamster tersebut?

    Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya

    1. bs menggunakan aquarium, asal atapnya diberi kawat ram aja jgn terbuka gitu tktnya tikus bs masuk n memangsa hamie km ato bs jg hamie km yg loncat kluar kecuali tinggi aquarium min 30cm dijamin aman. sbgi alasnya km pake serbuk kayu krn bs menyerap kencing tsb n jgn lupa dibersihkan seminggu 2-3x ato apabl serbuk kayu sdh basah ato lembab, krn klu km gak dibersihkan bs menimbulkan penyakit diare / wet tail. aquarium n aksesoris yg lainnya dicuci pake sabun ya, jd mmg hamie tuh perawatannya bener2 bersih, n jgn lupa beri jg pasir khusus hamie gunanya utk mandi si hamie tsb hrgnya 1kg cm 4-5rb klu di sby
    2. ukt makanan sebaiknya km racik sdr krn lbh bagus n tdk ada kutu, klu km beli dlm kemasan/dus itu mengandung zat pewarna, pengawet n bs menimbulkan kutu, malah itu berbahaya utk hamie km sdr. klu aq pribadi hamie aq beri kacang ijo kupas, kacang tanah ( 5-10bj ), pelet kelinci, kuaci ( 5 bj ), beras merah, dan jagung kering yg utk pakan burung ( jd agak hancur gitu ). coba deh km racik sdr, gak perlu km mengikuti racikan aq mgkn bbrp tmn2 bs memberikan saran / pengalaman dlm meracik makanan, jd km bs melht jg dr budget km
    3. klu utk mainan sih itu tgtg km sdr ya, tp klu pribadi lbh baik diberi mainan jogging wheel spy hamie berolahraga biar gak obesitas n gak stress
    4. km gak perlu bingung cr utk mengkawinkan mrk asal kelaminnya ce n co trs dgn jenis yg sm misal cambell vs cambell itu bs hamil koq, yg jls km jgn sekali2 mengkawinkan cambell vs syrian lhoo krn pst gak bakal mau kawin n jgn menyalahi gen krn bs mengakibatkan kematian / cacat. spy subur hamie km diberi taoge seminggu sekali ( 10-20bj )
    5. utk pemula sebaiknya pilih saja syrian ato cambell, krn hrg syrian n cambell kira2 10-20rb/ekor disby

    wahh maaf aq gak tau didaerah tanggerang....taunya cm sby aja ^^

    materi referensi:

    pengalaman pribadi

    perternakan harimau

    2 komentar

    Peternakan Harimau

     
    BEIJING - Peternakan kambing, sapi, ayam, ataupun kuda sudah jamak kita jumpai. Namun, apa jadinya jika hewan buas seperti harimau bisa diternakan secara bebas?

    Kemungkinan diizinkannya peternakan harimau sedang dikaji banyak pihak. Oleh banyak orang, peternakan tersebut dianggap sebagai jalan tengah yang bisa menjembatani perselisihan tajam antara pelaku industri dan aktivis penyayang binatang.

    Yang pro pelegalan berpendapat dengan adanya peternakan harimau maka pelaku indsutri baik itu industri pakaian ataupun obat-obatan bisa membeli bahan untuk keperluan mereka secara legal.

    Sedangkan, aktivis penyayang binatang yang selama ini menentang keras pembunuhan hewan, terutama harimau, diharapkan bisa menerimanya karena peternakan itu tidak mengurangi populasi harimau di dunia.

    "Peternakan harimau bisa menyediakan produk atau bahan yang dibutuhkan industri sekaligus mengurangi perburuan gelap," tutur Terry Anderson, direktr eksekutif Pusat Penelitian Lingkungan dan Kekayaan alam.

    Anderson menambahkan akitivis penyayang binatang selama ini tidak melihat sisi positif dari peternakan harimau. Menurut dia, peternakan itu bisa mengurangi perdagangan harimau di pasar gelap secara drastis karena orang bisa membelinya di peternakan secara bebas.

    "Peternakan harimau tidak akan mengurangi harimau liar jika perdagangannya dijalankan dengan sistem yang baik," ucap Anderson. Peternakan harimau sebenarnya bukan isu baru. Sejak 1993, China sudah memiliki pusat penangkaran harimau.

    Diperkirakan ada lebih dari 20 peternakan harimau di China yang menyuplai bahan pakaian dan obat-obatan. Di fasilitas penangkaran harimau Xiong Sen Tiger, Bear Village (Guilin) serta di Siberian Tiger Park terdapat 1.500 ekor hariamau yang dikembangkan. "Seperti gajah, kita bisa memperdagangkan harimau dan mengkonservasi mereka," papar Anderson.

    Menurut WWF, semakin berkurangnya populasi harimau tidak bisa dilepaskan dari perdagangan gelap, perburuan serta makin minimnya habitat bagi si raja hutan dan peternakan harimau diharapkan bisa menjadi solusi bagi ketiga permasalahan itu.

    Anderson bahkan meyakini kalau peternakan harimau dengan didukung pelestariannya akan menjadi kunci bagi keberlangsungan spesies hewan itu. WWF memperkirakan populasi harimau tinggal 3.200 dan dikhawatirkan akan terus berkurang di tahun-tahun mendatang.

    Namun, pihak yang kontra dengan peternakan menganggap ide peternakan harimau itu tidak menyelesaikan inti persoalan. Menurut mereka, maraknya perburuan harimau lebih dikarenakan harga hewan itu yang mahal sehingga orang akan tetap memburunya serta ringannya hukuman bagi para pemburu.

    Satu harimau diperkirakan berniai USD4.000 (Rp40 juta). Saaa Konvensi Internasional Perdagangan Spesies Buas (CITES) di Jenewa tahun lalu, ketua Global Tiger Initiative dari Bank Dunia Keshav Varma mengatakan peternakan harimau terlalu beresiko.

    "Resiko bagi peternakan harimau terlalu besar. Kita tidak tahu apakah peternakan harimau akan sukses karena jika gagal risikonya akan sangat besar,

    perternakan belut

    0 komentar
    BUDIDAYA BELUT DI AIR BERSIHUNTUK PEMBESARANMODEL-MODEL KOLAM "PEMBENIHAN"
    BUDIDAYA CACING LUMBRICUS UNTUK PAKAN



    Metode terbaru kami untuk Budidaya Belut khususnya pembesaran adalah di "Air jernih (bersih / tanpa lumpur)". Metode ini sudah dicoba di beberapa petani yaitu Pati, Kudus, Semarang, Boyolali, Klaten dan Subang. Hasilnya sangat menakjubkan dalam kurun waktu 1 1/2 - 2 bulan pembesarannya sudah seukuran jari manis dan telunjuk tangan orang dewasa dengan pakan 100% cacing.
    Namun kita "tetap" menggunakan media lumpur dengan metode khusus untuk melakukan proses pembenihannya.

    KASUS-KASUS YANG TERJADI (MEDIA LUMPUR) YANG HARUS DICERMATI:
    1. Media lumpurnya memadat.
    2. Jerami dan gedebok pisang tidak membusuk / hancur.
    3. Media tidak keluar cacing Lor sawah sebagai cadangan pakan dalam kolam.
    4. Tanam benih 4 bulan, setelah di panen tidak ada sama sekali (mati semua).
    5. Tanam benih 4 bulan, hasil panen yang besar beberapa ekor saja, yang lainnya kecil semua.
    6. Tanam benih 4 bulan, hasil panen yang besar beberapa ekor saja, yang lainnya tidak ada (habis).
    7. Tanam benih 4 bulan, hasil panen " tetap" ukuran belutnya ( tidak bisa besar semua ).
    Setelah meneliti dan mengunjungi hampir 75 orang petani belut dan menjalankan percobaan serta penelitian selama hampir 2 tahun pada beberapa media (media lumpur, media gedebok busuk + air, dan media air bersih 100 %) dan beberapa jenis belut serta berkeliling menemui para Ketua Kelompok Tani Belut dan petaninya di daerah Pati (Bpk. Dodik), Demak (Bpk. Pujiwanto dan Bpk .Sukamto), Mranggen (Bpk. Abdul Hadi) Semarang, Sragen (Bpk. Ari Sujono), Kendal (Bpk. Nuh ), Jepara (Bpk. Fuad), Kudus (bpk. Hasan), Batang (Bpk Karjo), Pekalongan (Bpk Hadi), Tegal ( Bpk Primulyono), Indramayu (Bpk. Kasim), Bandung (Ibu Leny Huang) dan Kuningan Jawa Barat (Bpk. Wican) serta informasi dari beberapa orang “penyedek belut” dari daerah Ungaran dan Gunung Pati Jawa Tengah.
    Akhirnya kami menganalisa dan menyimpulkan Kunci-kunci Pokok yang harus dipenuhi untuk Keberhasilan Membenihkan belut atau yang mau memulai usaha budidaya ini

    Popular Posts